Showing posts with label Wira Usaha. Show all posts
Showing posts with label Wira Usaha. Show all posts

Wednesday, March 5, 2014

Cara Beternak Jalak Suren

Cara Beternak Jalak Suren

Burung Jalak suren adalah jenis burung kicau yang sangat menjanjikan jika dibudidayakan dengan baik dan benar. Burung ini mampu bertelur antara 4-6 telur setiap bulannya, serta harganya yang relatif tinggi dan stabil sehingga banyak yang mampu meraup keuntungan yang banyak dari bisnis ini. Untuk berhasil dalam beternak jalak suren perlu kiat-kiat khusus sehingga prosentase keberhasilannya relatif besar. Banyak hal yang kurang diperhatikan sehingga banyak peternak mengalami kegagalan dalam usahanya. Berikut adalah cara beternak jalak suren yang baik:

Konstruksi kandang yang benar

Diperlukan konstruksi kandang yang benar baik ukurannya, tata letaknya, bahkan pembuangan kotornya harus diperhatikan sehingga kandang selalu terjaga kebersihannya dan bebas dari penyakit.

Pemilihan Burung Jalak yang akan diternakan

Pemilihan Burung jalak suren yang akan kita ternak sangatlah penting baik anakan untuk dibesarkan maupun indukan untuk diternakan. Hal ini akan sangat mempengaruhi pertumbuhan burung tersebut hingga memperoleh laba dari beternak.

Perawatan

Item inilah yang sangat penting dari beternak jalak suren seperti: pemberian pakan, jenis pakan, membersihkan kandang serta pemberian vaksin bagi burung yang terkena penyakit.

Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi peternak burung jalak suren, agar berhasil dalam beternak tentunya harus mengikutinya dengan baik dan benar.

Thursday, February 27, 2014

CARA EFEKTIF MENJODOHKAN JALAK SUREN

Meski sudah tidak lagi memiliki kelas tersendiri dalam lomba burung di Indonesia, bukan berarti jalak suren tersingkirkan begitu saja. Masih banyak kicaumania yang menyukainya, baik sekadar nostalgia (bagi kicaumania senior), memancing suara burung lain, atau dijadikan master bagi burung bersuara keras seperti hwamei. Bahkan, tidak sedikit pula kicaumania yang memeliharanya sebagai “penjaga rumah”.
Para penangkar jalak suren pun terus bermunculan, membuktikan burung ini masih banyak diminati. Hanya saja, sebagian penangkar pemula terkadang frustasi pada tahap penjodohan, lantas menyerah dan kandaslah harapannya untuk menangkar jalak suren.

Sebenarnya penjodohan jalak suren relatif mudah dilakukan, terutama kalau Anda menjodohkannya sejak masih muda. Caranya, belilah beberapa ekor anakan jalak suren, kemudian dimasukkan dalam satu sangkar. Boleh juga menggunakan kandang koloni ukuran besar maupun sedang, tergantung dari jumlah burung yang ingin dipasangkan, atau sesuai dengan situasi-kondisi termasuk finansial

Anakan jalak suren
dalam kandang koloni besar.

Sangkar bisa diisi sekitar 6-8 ekor anakan jalak suren. Setelah dewasa, mereka akan berjodoh dengan sendirinya (witing trisna jalaran sak kandang, he.. he.. he..). Penjodohan model seperti ini jelas lebih efektif dan memudahkan breeder pemula, karena mereka berpasangan sesuai dengan selera mereka sendiri.

Jika membeli anakan dari pedagang atau penangkar jalak suren, biasanya dalam bentuk pasangan (2 ekor). Tetapi pasangan ini belum tentu jantan dan betina. Bisa jadi keduanya betina, atau keduanya jantan, atau kalau beruntung jantan dan betina. Karena itu, lebih baik membeli 3-4 pasang (6-8 ekor) sehingga kelak akan muncul lebih dari 1 pasangan indukan.

Untuk membedakan jantan dan betina jalak suren ketika masih anakan memang agak susah. Namun jika Anda sudah terbiasa, nanti juga bakal menguasai. Sebagai panduan awal, anakan jantan memiliki kepala yang sedikit menonjol. Adapun anakan betina berkepala mulus, tanpa tonjolan sedikitpun.

Pemisahan burung menuju penjodohan sesungguhnya

Setelah lepas dari masa remaja, atau berumur 8 – 9 bulan, perlu dilakukan pengujian apakah mereka merupakan pasangan sesungguhnya. Caranya, jantan dan betina yang terlihat selalu berdekatan dan rukun dipisahkan dan dimasukkan dalam sangkar berbeda, namun kedua sangkar ditempelkan.

Tindakan ini diperlukan untuk melihat reaksi burung jantan dan betina. Jika si jantan mengeluarkan suara, kemudian betina mereson dengan mengeluarkan suara pula, berarti keduanya benar-benar sudah berjodoh. Demikian pula sebaliknya, jika burung betina bersuara, si jantan langsung bersuara pula.

Jalak suren jantan dan betina sama-sama bisa mengeluarkan suara ngerol. Burung jantan biasanya tancep. Adapun burung betina ngeper-ngeper, yaitu kepalanya ditarik ke belakang, ekornya diangkat sedikit.

Proses ini bisa berlangsung selama lima hari. Apabila sudah yakin burung berjodoh, dengan tengara seperti dijelaskan di atas, maka kedua burung bisa dimasukkan ke kandang penangkaran, atau boleh juga menggunakan sangkar harian.

Namun apabila selama 5-7 hari salah satu burung tidak merespon, alias diam saja, itu menandakan mereka tidak berjodoh. Jika dimasukkan dalam kandang penangkaran, mereka cenderung berkelahi. Solusinya adalah mengganti salah satu burung dengan calon indukan yang lain.

Kandang / sangkar penangkaran bagi burung yang sudah berjodoh harus dipersiapkan sebelumnya, terutama tempat bersarangnya. Bahan sarang bisa menggunakan daun cemara kering (unjal) yang banyak dijual di toko burung. Sebagian disusun ke kotak sarang, sebagian lagi disebarkan di dasar sangkar / kandang. Daun cemara ini akan dipunguti indukan dan dibawa ke sarangnya.

Siapkan pula suplemen khusus untuk burung jantan dan betina yang akan berkembang biak, seperti BirdMature, untuk meningkatkan jumlah telur fertil, jumlah telur yang menetas, dan berdampak positif terhadap pertumbuhan dan kesehatan anakan yang menetas.

Porsi extra fooding (EF), misalnya jangkrik, harus ditambah sejak kedua burung dimasukkan ke dalam kandang / sangkar penangkaran. Dalam beberapa kemudian, maksimal 7 hari, kedua induk biasanya akan kawin.

Harga jalak suren anakan, remaja, dan dewasa

Kalau Anda berniat menangkar jalak suren dengan proses penjodohan yang efektif, disarankan untuk memulainya sejak anakan, dengan panduan seperti dijelaskan di atas. Alternatif lain adalah membeli pasangan induk yang dijamin sudah berjodoh dan tinggal dimasukkan ke kandang penangkaran.

Berikut ini kisaran harga jalak suren anakan, remaja, dewasa, siapan, siap tangkar, dan siap produksi, yang diperoleh omkicau.com dari Om Agus Sriyana, penangkar yang tinggal di Jimbung Lor RT 04 / RW 22, Kelurahan Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Klaten (0856-4054-3891 / 0838-6679-5191).

Om Agus juga mengelola website penangkaran jalak suren, jalak suren albino, jalak bali,cucakrowo, dan lain-lain (cek di jalaksuren.net).

Jalak suren anakan
UMUR KONDISI HARGA
3 minggu – 1 bulan masih diloloh, sudah bisa bertengger Rp 600.000/ pasang
1 – 2 bulan sudah bisa makan sendiri (voer basah) Rp 675.000 / pasang
2 – 4 bulan sudah ngevoer kering, belum ganti bulu Rp 675.000 / pasang



Jalak suren remaja
UMUR KONDISI HARGA
4 – 7 bulan baru mulai / selesai ganti bulu yang pertama, tetapi belum tuntas Rp. 950.000/pasang
7 – 12 bulan sudah selesai ganti bulu yang pertama, bulu sudah mulus, hitam putihnya jelas Rp 1.000.000 / pasang.



Jalak suren dewasa
UMUR KONDISI HARGA
1 – 2 tahun / jantan Tanda biru sudah kelihatan Rp 750.000 / ekor
1 – 2 tahun / betina Rp. 550.000 / ekor



Jalak suren siapan
UMUR KONDISI HARGA
Pasangan jantan betina umur 1-2 tahun siap ditangkar, tapi belum berjodoh Rp 1.350.000 / pasang



Jalak suren siap tangkar / produksi
UMUR KONDISI HARGA
Calon indukan muda umur 1-2 tahun dijamin jantan & betina, sudah jodoh, tinggal masuk kandang penangkaran Rp 1.800.000 / pasang
Calon indukan muda umur 1-2 tahun dijamin jantan & betina, sudah jodoh, sudah unjal / angkut bahan sarang, tinggal masuk kandang penangkaran Rp 2.000.000 / pasang

Note: Harga sewaktu-waktu dapat berubah

Wednesday, February 26, 2014

CARA BETERNAK JALAK SUREN

Burung Jalak suren adalah jenis burung kicau yang sangat menjanjikan jika dibudidayakan dengan baik dan benar. Burung ini mampu bertelur antara 4-6 telur setiap bulannya, serta harganya yang relatif tinggi dan stabil sehingga banyak yang mampu meraup keuntungan yang banyak dari bisnis ini. Untuk berhasil dalam beternak jalak suren perlu kiat-kiat khusus sehingga prosentase keberhasilannya relatif besar. Banyak hal yang kurang diperhatikan sehingga banyak peternak mengalami kegagalan dalam usahanya. Berikut adalah cara beternak jalak suren yang baik:

Konstruksi kandang yang benar

Diperlukan konstruksi kandang yang benar baik ukurannya, tata letaknya, bahkan pembuangan kotornya harus diperhatikan sehingga kandang selalu terjaga kebersihannya dan bebas dari penyakit.

Pemilihan Burung Jalak yang akan diternakan

Pemilihan Burung jalak suren yang akan kita ternak sangatlah penting baik anakan untuk dibesarkan maupun indukan untuk diternakan. Hal ini akan sangat mempengaruhi pertumbuhan burung tersebut hingga memperoleh laba dari beternak.

Perawatan

Item inilah yang sangat penting dari beternak jalak suren seperti: pemberian pakan, jenis pakan, membersihkan kandang serta pemberian vaksin bagi burung yang terkena penyakit.

Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi peternak burung jalak suren, agar berhasil dalam beternak tentunya harus mengikutinya dengan baik dan benar.

Thursday, June 28, 2012

Pesta untuk Wanita Pebisnis

Program Wanita Wirausaha adalah perjalanan panjang yang indah dan penuh kebanggaan,” ujar Svida. Program Wanita Wirausaha kali ini menjangkau 12 kota di Indonesia, menginspirasi secara langsung 8.500 wanita wirausaha, dan lebih dari 22,5 juta wanita di Indonesia mengenal program Wanita Wirausaha BNI – Femina. Dan, inilah perayaan itu. Berbalut busana tenun Indonesia, 250 wanita wirausaha saling berbagi, memperluas jejaring, dan tentunya menimba ilmu dari para pakar dan wanita pebisnis sukses. “Sejak menjalani wawancara sebagai peserta lomba, saya langsung merasa klik dengan femina, saya seperti bertemu dengan sahabat. Makanya, saya merasa beruntung bisa hadir di acara ini, apalagi bisa mendengar tip berbisnis dari Ibu Martha Tilaar dan Pak Hermawan Kartajaya,” kata Rakhma Sinseria, Pemenang I Lomba Wanita Wirausaha BNI-Femina 2010, pemilik kedai Coffee Toffee asal Surabaya. Rakhma dan 8 orang pemenang Lomba Wanita Wirausaha BNI-Femina 2011 merasa terapresiasi, karena di acara Power Lunch ini pula dilakukan penyerahan hadiah kepada mereka, para pemenang, yaitu Pemenang Kategori Khusus, Pemenang Penghargaan, dan Pemenang Utama. Masing-masing hadiah diserahkan oleh Pia Alisjahbana (Pembina Femina Group), Svida Alisjahbana (CEO Femina Group), Baslir Djamal (Direktur Komersil Femina Group), Slamet Djumantoro (GM Small Business Division BNI), Victoria Coakley dan Mia Salim (AUSAid), Dr. Ir Pariaman Sinaga, MM (Deputi Menteri Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UMKM RI), juga Mari Elka Pangestu (Menteri Perdagangan RI). Penghargaan juga diberikan kepada pembicara seminar dan workshop, Rhenald Kasali (Pakar Bisnis & Marketing) Cyltamia Irawan (Lentera Consulting), Yoris Sebastian (OMG Consulting), Ayu Sari Wulandari (Deputi GM Divisi Usaha Kecil BNI), Nukman Luthfie (Virtual Consulting). dan I Putu Suryanegara (Rhenald Kasali School for Entrepreneur). Juga para sponsor pendukung: Speedy, plaza.com, dan AUSAid. Dalam sambutannya, Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, mengatakan bangga bahwa program Wanita Wirausaha BNI-Femina melakukan serangkaian kegiatan berupa pembinaan juga permodalan bagi wanita pebisnis. “Kegiatan itu pastinya bisa membantu mengembangkan potensi wanita pebisnis. Indonesia dengan 237 juta penduduk adalah pasar yang besar. Lima puluh persennya penduduk dengan usia di bawah 30 tahun. Ada pasar untuk produk bayi dan anak-anak. Itu segmented, tapi pasarnya besar. Kecenderungannya, orang akan bayar berapa pun demi anaknya.” Mari mengatakan, acara Power Lunch adalah forum networking. Networking akan membantu kita mencari tenaga kerja dan pastinya memasarkan produk. “Dalam membeli suatu barang, 70% keputusan ada di tangan wanita. Karena itu, jika Anda memilih menjadi wanita pebisnis, maka Anda tahu betul barang mana yang potensial untuk dibeli wanita.” Pesan penting dari Ibu Menteri, wanita harus mandiri secara finansial. Mindset seperti ini harus diterapkan kepada anak perempuan kita. “The moment you make a decision to do business, it will effected your life,” ujarnya.

Saturday, June 23, 2012

Ikan Nila (Tilapia Nilotica)

Seperti halnya ikan nila (Tilapia nilotica) dan mujair (Tilapia musambica), gurami merupakan ikan herbifora yang makan plankton dan daun-daunan. Salah satu daun kesukaan gurami adalah daun keladi (Xanthosoma sagittifolium) dan talas (Colocasia esculenta). Terutama talas gatal yang sering juga disebut sente (sénthé, Alocasia macrorhiza). Di antara ikan air tawar yang disajikan di restoran, gurami memegang rekor harga paling tinggi, yakni Rp 20.000,- per kg. di tingkat peternak. Ikan mas (Cyprinus carpio), lele (Clarius batracus), nila/mujair) dan "patin" (jambal siam, Pangasius sutchi) harganya di bawah Rp 10.000,- per kg. di tingkat konsumen. Memang harga gurami masih kalah dibanding gabus (Ophiocephalus striatus) Rp 25.000,- dan betutu (ikan bodoh/ikan malas, Barbichthys laeris) yang sampai diatas Rp 50.000,-per kg. Tetapi gabus tidak biasa disajikan sebagai ikan konsumsi di restoran, melainkan sebagai ikan asin. Sementara betutu hanya bisa dijumpai di restoran-restoran papan atas dengan volume yang sangat terbatas.

Penyebab utama gurami menjadi ikan mahal, adalah permintaan yang selalu lebih tinggi dari pasokan. Orang senang dengan gurami karena tekstur dan rasa dagingnya yang lembut dan lezat. Pada jaringan dagingnya juga tidak terdapat duri-duri halus seperti halnya ikan mas. Selain itu, rongga perut ikan ini sangat kecil dibanding ikan air tawar lain. Kelemahan gurami adalah, pertumbuhannya yang lamban. Benih gurami ukuran burayak, kebul sampai putihan, dulunya dibesarkan oleh para peternak ikan tradisional dengan pakan plankton dan larva serangga. Dengan cara ini pembesaran burayak gurami sampai menjadi putihan untuk ditebar di kolam pembesaran, akan makan waktu hampir satu tahun. Kemudian dengan pakan daun talas, pembesaran putihan ukuran 5 cm. sampai menjadi ikan konsumsi bobot 0,5 kg, diperlukan waktu lebih dari 1 tahun. Hingga untuk menghasilkan gurami konsumsi bobot 0,5 kg, diperlukan waktu sekitar 2 tahun sejak pembenihan.

Selain itu gurami juga tidak bisa dipelihara dengan padat penebaran tinggi. Ikan mas, nila, lele (dumbo) dan patin, selalu dipelihara dengan tingkat kepadatan tinggi. Untuk mengatasi kendala ketersediaan oksigen dan tercemarnya air oleh kotoran serta sisa pakan, pemeliharan ikan-ikan konsumsi tersebut dilakukan dalam kolam air deras atau dalam karamba. Baik kolam air deras maupun karamba, memungkinkan ketersediaan oksigen secara penuh. Hingga padat penebaran bisa ditingkatkan sampai beberapakali lipat. Pada kolam air deras, kotoran dan sisa pakan akan langsung hanyut terbawa aliran air. Sementara pada karamba, sisa pakan dan kotoran akan langsung jatuh ke dasar parairan. Dengan pola pemeliharaan seperti ini, ikan mas, nila, lele dan patin bisa dipelihara secara massal dalam jangka waktu singkat. Pola pemeliharaan empat ikan konsumsi ini, tidak bisa diterapkan untuk gurami. Sebab gurami menghendaki kolam yang tenang, meskipun airnya harus terus mengalir. Inilah antara lain yang menjadi penyebab mahalnya ikan gurami jika dibanding dengan lele, mas, nila dan patin.

Dengan adanya kemajuan teknologi pakan, maka pembesaran burayak (anak ikan di bawah 1 cm) sampai menjadi kebul (3 cm.) dan putihan (5 cm.) bisa dipersingkat hanya sekitar 3 bulan. Kemudian di kolam pembesaran, gurami konsumsi bobot 0,5 kg. bisa diperoleh dalam jangka waktu 5 bulan. Namun harga gurami masih tetap lebih duakali lipat harga ikan mas. Sebab untuk memperoleh bobot yang sama, pembesaran ikan mas hanya memerlukan waktu paling lama 3 bulan. Selain itu produksi benih ikan mas juga bisa dilakukan secara massal, dengan biaya yang lebih murah. Meskipun banyak pengusaha dan peternak yang terjun menekuni budidaya gurami, kendala jangka waktu pembesaran inilah yang menyebabkan populasi gurami tidak pernah bisa semassal ikan mas. Hingga laju peningkatan volume permintaan, tidak pernah bisa diimbangi oleh laju peningkatan volume produksi. Itulah penyebab utama harga gurami pun tetap tinggi. Kondisi serupa, sebenarnya pernah dialami oleh lele. Sampai dengan awal tahun 1980an, lele merupakan ikan mahal. Sebab budidaya lele dilakukan hanya dengan mengandalkan benih tangkapan dari alam. Pakannya pun berupa ikan-ikan kecil. Biasanya anak ikan mujair. Namun dengan adanya intruduksi lele dumbo pada tahun 1986, agroindustri lele tumbuh dengan sangat pesat. Karena budidaya lele dumbo relatif lebih mudah dan murah dibanding ikan mas, maka tidak lama kemudian harga lele pun berbalik menjadi lebih murah dari ikan mas.

Konsumen gurami memang agak beda dengan ikan mas, lele, nila dan patin. Empat ikan konsumsi air tawar ini mudah dijumpai di pasar becek sampai warung di dalam gang dan tukang sayur keliling. Sementara gurami hanya bisa diperoleh di pasar swalayan tertentu yang menampungnya pada akuarium besar dalam keadaan hidup. Sebenarnya, penjualan ikan dalam keadaan hidup, sudah menjalar sampai ke pasar becek. Namun perlakuan ini baru diterapkan pada ikan mas dan lele. Nila dan patin masih dipasarkan dalam kondisi mati. Sementara gurami, baik hidup maupun mati, tidak pernah bisa dijumpai di pasar becek. Konsumen gurami paling banyak adalah restoran dan hotel bintang. Di sini gurami mendapat saingan utama ikan kakap tangkapan dari laut. Namun menu gurami goreng tidak mungkin tergantikan oleh kakap goreng. Sementara gurami asam manis masih dimungkinkan untuk tersaingi kakap asam manis. Konsumen gurami yang sangat spesifik ini (pengunjung hotel dan restoran, bukan rumah-tangga), antara lain juga disebabkan oleh produksi yang juga spesifik dan tidak mungkin dimassalkan serta dipacu, seperti halnya ikan mas dan lele.

Harga benih gurami berfluktuasi tergantung tinggi rendahnya permintaan dari para peternak. Benih burayak bisa berfluktuasi dari Rp 50,- sd. Rp 125,- per ekor. Benih kebul antara Rp 300,- sd. Rp 500,- per ekor. Sementara putihan dari Rp 600,- sd. Rp 800,- per ekor. Fluktuasi permintaan benih dari para peternak, bukan disebabkan oleh fluktuasi permintaan konsumen. Peternak akan menghentikan kegiatan pembesaran gurami, karena adanya gangguan cuaca seperti kekeringan dan banjir. Pada kondisi seperti inilah harga gurami konsumsi bobot di atas 0,5 kg. akan melambung sampai di atas Rp 25.000,- per kg. Sementara harga benih burayak, kebul maupun putihan akan jatuh karena tidak terpasarkan. Sebaliknya, pada saat kondisi cuaca bagus, peternak akan melakukan investasi besar-besaran untuk membesarkan gurami. Pada saat itulah permintaan benih meningkat hingga harga juga terkatrol naik. Sekitar enam bulan kemudian, ketika gurami konsumsi mulai dipanen, harga akan turun ke tingkat Rp 20.000,- per kg. Namun jarang sekali harga gurami jatuh di bawah tingkat Rp 20.000,- per kg.

Percepatan pertumbuhan gurami karena diberi pakan pelet, juga berdampak ke kualitas dagingnya. Gurami yang 100% diberi pakan pelet, dengan padat penebaran tinggi, akan menghasilkan daging yang lembek karena kadar airnya tinggi. Daging gurami demikian, jika digoreng akan susut banyak. Irisan melintang di tubuhnya akan merenggang setelah digoreng, hingga tampak tulang-tulangnya. Beda dengan gurami yang diberi pakan daun sente. Hal serupa juga terjadi pada ayam dan sapi potong. Kualitas daging ayam kampung yang dibesarkan secara alami selama 6 bulan untuk mencapai bobot 1 kg, tentu berbeda dengan daging ayam broiler dengan bobot sama yang cukup dibesarkan dalam jangka waktu 1 bulan. Peningkatan bobot hidup sapi potong unggul (impor) yang di atas 1 kg. per hari, akan mengakibatkan kualitas dagingnya tidak sepadat daging sapi lokal yang peningkatan bobot hidupnya hanya 0,5 kg. per hari. Hingga restoran padang, hanya akan menggunakan daging sapi lokal untuk rendang dan dendengnya.

Itulah sebabnya pola pembesaran gurami yang dilakukan peternak, menggunakan pola semi intensif. Pembesaran burayak menjadi kebul dan putihan, dilakukan 100% intensif. Namun dari putihan menjadi gurami konsumsi, peternak memeliharanya dalam kolam biasa dengan pakan kombinasi antara pelet dan daun sente. Pola pemeliharaan demikian, mampu mempercepat pertumbuhan gurami dari 1 tahun (dari putihan ke bobot 0,5 kg), hingga menjadi 6 bulan. Sebenarnya, dengan pemeliharaan 100% intensif, waktu panen bisa dipersingkat lagi menjadi hanya 4 bulan. Namun mutu dagingnya menjadi sangat menurun. Dengan tetap diberi pakan daun sente, pertumbuhan gurami memang masih lambat. Tetapi penurunan kualitas dagingnya tidak terlalu drastis. Gurami semi intensif inilah yang selama ini telah agak memassalkan pangsa pasarnya. Kalau dulu ikan elite ini hanya bisa dikonsumsi kalangan yang juga sangat elite, sekarang kalangan menengah pun bisa pula ikut menikmatinya. Meskipun tidak sesering ikan mas, nila, lele dan patin yang telah benar-benar menjadi menu rakyat.

Sunday, March 11, 2012

Bisnis Modal Kecil: Aneka JUS yang Joss

Jika ingin USAHA modal kecil tetapi bisa meraup keuntungan yang cukup besar, bisnis ini bisa menjadi jawaban kita. Hal ini dikarenakan untuk membuat jus sangat murah sekali tetapi menjualnya bisa sampai 150% sampai 300% dari harga buah yang dibuat jus. Dan alat yang dibutuhkan juga cuma alat pembuat jus,beberapa meja kursi,gelas dan piring serta gerobak yang harganya tidak tidak terlalu mahal.

Bisnis ini akan lebih laku kalau menjualnya dipagi hari sampai sore karena cuaca saat tersebut sedang panas-panasnya. Sedangkan pada saat itu biasanya orang-orang bekerja di kantor. Solusinya adalah menggunakan pegawai minimal 2 orang.

Konsumen

Semua orang dari semua golongan dan umur.

Bagaimana memulainya

Meski bisnis ini tergolong murah dan mudah, tetapi kita tidak boleh main-main dalam memilih tempat. Usahakan tempat ini luas dan berada di sekitar taman. Jika terpaksa di ruangan yang agak tertutup. Apabila kita mempunyai pekarangan yang cukup luas, itu sudah sangat tepat sekali untuk memulai bisnis ini. Yang kita perlu lakukan sesudah itu adalah membeli peralatan pembuat jus dan gelas-gelasnya, juga meja dan kursi. Sebaiknya setiap meja bisa digunakan dari dua sampai enam orang, dan meja yang kita sediakan minimal enam. Apabila lokasi yang kita gunakan dipinggir jalan atau didepan supermarket kita bisa menggunakan gerobak dan beberapa kursi saja. Selain perlengkapan diatas kita masih harus memasang papan nama dan berpromosi agar tempat kita dikenal.

Promosi cukup pada beberapa saat sebelum sampai sesudah pembukaan saja, sesudah itu kita manfaatkan promosi dari mulut ke mulut para konsumen. Hal ini bisa kita dapat jika konsumen kita puas. Hambatan Karena tempat yang kita gunakan adalah ruang terbuka dan yang kita jual minuman jus segar , jika hujan penjualan kita merosot tajam. Kunci Sukses Jus yang kita jual sebaiknya beraneka macam. Selain itu buah-buahan yang kita gunakan sebagai bahan baku juga berkualitas. Bisnis ini tidak boleh menggunakan sembarang bahan baku. Gula pun juga harus asli. Sebagai tambahan kita bisa menjual juga makanan-makanan ringan, seperti roti, lumpia, jajan pasar dan lain-lain. Juga agar suasana ditempat usaha ini tidak terlalu sepi, kita bisa memutarkan lagu-lagu yang sedang hits agar pelanggan betah dan ingin mampir lagi.

SILAHKAN MELAKUKAN INOVASI PRODUK, MEMBUAT TAG LINE PRODUK YANG UNIK, SISTEM MARKETING DSB. INI HANYA IDE AWAL SAJA. SEORANG ENTREPRENEUR SEJATI SELALU PUNYA IDE CERDAS SETELAH DIPANCING SATU IDE KECIL…..

Bisnis Kuliner: Waralaba Dobbi Burger & Fried Chicken Yogya

Bisnis kuliner memang tidak ada matinya. selama manusia punya perut dan doyan makan, bisnis kuliner akan selalu berprospek menjanjikan. Dobbi Burger & Fried Chicken Yogya, misalnya. Waralaba berbasis masakan ayam goreng tanpa MSG dan burger aneka rasa yang berpusat di kota Yogyakarta dan dirintis sejak enam tahun yang lalu ini, kini makin kencang penyebarannya. Bukan hanya kota-kota di Jawa saja yang ingin bergabung menjadi mitra franchiseenya, namun sudah banyak yang berasal dari luar Jawa.

“Dobbi sudah ada di Balikpapan, Bontang, Samarinda, Tabalong, Palembang, dan beberapa kota kabupaten lainnya. Tahun depan target kita bisa ada di banyak kota lagi. Karena untuk luar Jawa ternyata prospeknya sangat bagus, investasinya cepat sekali kembali, dan secara kompetisi memang belum ketat sehingga kemungkinan untuk leading menguasai pasar itu sangat besar. Karena itu mulai bulan ini kita buka kesempatannya,” jelas Irawan Kusumo, owner Dobbi Burger&Fried Chicken.

Peluang Bisnis Modal Kecil: Budidaya Gurami Lahan Sempit

Seiring dengan menjamurnya pusat-pusat kuliner di kota-kota besar, permintaan terhadap pasokan ikan gurami kian meningkat. Itulah sebabnya budidaya gurami kini banyak dilirik oleh para petani modern. Selain pasarnya sangat prospektif, harganya cukup menggiurkan, juga karena ada pilihan-pilihan fase yang sama-sama memberi keuntungan yang menggiurkan. Baik fase peneluran, pembibitan, pendederan, pembesaran, maupun perdagangannya.

“Kebutuhan gurami di Yogya saat ini 4 ton per malam. Hampir 75% masih didatangkan dari Tulung Agung. Uang yang berputar sekitar 100 juta perhari. Begitu juga di pembibitan, pasokannya kurang terus. Kita masih mengandalkan dari Purwokerto, sebab Yogya baru bisa menghasilkan bibit sendiri sekitar 50% saja. Jadi, ceruk pasar dari bisnis gurami sangat besar,” ujar Among Kurnia Ebo, Direktur PerMina (Perhimpunan Masyarakat Perikanan Nusantara) di PusdikLat PerMina Jalan Gurami Raya No 2 Jambidan, Banguntapan BantuL Yogyakarta.

Fenomena ini menujukkan bahwa gurami adalah potensi bisnis yang luar biasa di tengah banyaknya orang kebingungan hendak berinvestasi di bidang apa. Sebagai bagian dari matarantai bisnis kuliner, gurami menjadi lahan bisnis yang sangat menarik dan prospektif untuk diterjuni.

Oleh karenanya, untuk menangkap peluang tersebut PerMina akan menggelar Diklat Budidaya Gurami Teknik Guba di Lahan Sempit Berbasis Probiotik pada Minggu 24 Oktober 2010 di Kampung Gurami Jambidan, Bantul. Dengan pembicara Budi Suyoto (pembudidaya gurami dan tokoh perikanan Bantul), Usman Wiwied (pelaku trading gurami antar pulau), Among Kurnia EBo (konsultan Teknik Guba) dan Gosis Siswanto (pemasar dan pengembang gurami Albino).

“Bahkan dengan metode tertentu kita bisa panen tiap bulan dengan beberapa kolam saja. Kita bisa punya ATM satu atau dua juta rupiah sebulan hanya dari kolam-kolam kecil. Jadi, sangat efisien sekali,” jelas Among seraya mengatakan bahwa beaya diklat di PerMina hanya Rp 200 ribu dan peserta sudah mendapatkan kartu ID PerMina yang bermanfaat untuk hubungan jaringan gurami secara nasional, makalah, sertifikat, makan, dan juga konsultasi gratis seumur hidup.
Pendaftaran lewat hotline (0274) 9357800 atau ke www.diklatpermina.com.

Teknik Guba memang berbeda dengan sistem konvensional yang selama ini dilakukan para petani tradisional yang kebanyakan mengolamkan ikan dengan ala kadarnya. “Dengan sistem Guba kita akan mencetak petani berwawasan modern dengan aplikasi probiotik sehingga budidaya gurami terasa makin mudah, praktis, sederhana, minim resiko, namun keuntungannya berlipat ganda. Semuanya akan dikupas tuntas termasuk jaringan pemasarannya. Peserta diklat juga akan diberikan pendampingan atau konsultasi gratis seumur hidup,” jelas mantan wartawan Jawa Pos Group ini meyakinkan.

Dijelaskannya, bahwa keuntungan lain metode ini adalah budidaya gurami bisa dilakukan di lahan-lahan sempit di pojok pekarangan dan dengan modal terbatas.

“Ibaratnya, dengan modal satu juta saja kita sudah bisa mulai action! Dan karena bisa mengoptimalkan lahan sempit maka budidaya gurami bisa dilakukan di tengah kota. Apalagi gurami mensyaratkan air yang menggenang, tidak mengalir, dan lebih bagus dari air tanah yang bebas polusi. Hal ini akan lebih memudahkan dan bisa dilakukan secara sambilan, bahkan oleh ibu rumah tangga,” tandas alumnus Entrepreneur University (EU) Yogyakarta yang Juli lalu memberikan workshop untuk para aktivis sosial dari 13 negara Asia Pasifik bekerjasama dengan Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia.**

Panduan Wirausaha: Berani Berpikir Keluar dari Cara Pikir Umum

Hampir semua kita menghabiskan minimal 12 tahun bersekolah. Apakah sekolah penting? Ya jelas penting.

Lalu, mengapa bersekolah? Untuk menuntut ilmu.

Mengapa jawaban bersekolah untuk menuntut ilmu itu benar? Karena sekolahan memberikan pelajaran kepada kita secara sistematis, secara bertahap. Mengapa harus sistematis? Agar kita pun mampu berpikir sesuai urutan sistem yang logis. Ya, secara sadar atau tidak, kita kini sangat menjadi logis, sistematis dan realistis dalam berpikir dan mengmabil tindakan. Itu hasil dari sekolah. Cara berpikir sistematis dan logis inilah yang membedakan kita dengan orang-orang yang tidak pernah bersekolah. Tidak bisa disangkal, berpikir logis dan sistematis adalah baik. Namun bisa menjadi tidak baik jika kita keliru bertindak karena tradisi yang “harus” logis ini.

Karena pada kenyataannya, tidak semua kejadian dapat dijelaskan dengan pola pikir logis dan sistematis.

Bagaimana bisa cara berpikir seperti itu menjelaskan popularitas seorang “Norman Kamaru”, atau “Ayu Tingting” atau “Shinta dan Jojo?”

Bagaimana pula kita bisa menjelaskan bencana yang datang tiba-tiba secara tidak sistematis? Bagaimana pula kita bisa menjelaskan novel Laskar Pelangi bisa jadi demikian fenomenal, padahal Andrea Hirata, si penulisnya tidak pernah mengirimkan naskah itu ke penerbit?.

Krisi finansial pada tahun 2008 di Amerika dan 2010 di Eropa, memicu krisis global, membuktikan bahwa bisnis tidak dapat dianalisa “HANYA” dengan cara berpikir sistematis dan logis saja. Perusahaan-perusahaan besar yang begitu kuat secara finansial bertumbangan dengan mudahnya, sementara pada saat yang sama, pemilik warung-warung makan tetap saja dapat mencetak keuntungan. Padahal belum tentu otak pemilik warung “lebih” brillian dari para pimpinan perusahaan besar yang bangkrut itu. Mengapa???

Jawabannya adalah, ada kekeliruan bertindak akibat cara berpikir yang sangat logis dan sistematis itu. Untuk dapat mengantisipasi kekeliruan karena cara pikir ini, kita harus memahami bahwa:

Sebagai manusia, kita harus berubah setiap saat, kita harus berani dan mampu berpikir sesuatu yang tidak umum terjadi. Selalu berpikir dengan “cara umum” harus ditinggalkan.
Dengan cara yang sama tidak akan mampu memberi hasil yang berbeda. Lakukan hal berbeda jika ingin hasil yang berbeda.
Karena kita ingin sukses, maka kita harus berpikir bahwa kesuksesan akan dapat diraih jika pikiran kita dipenuhi oleh pikiran sukses, berpikir sukses di awal, bukan berpikir tentang kegagalan.

Berani Berpikir Keluar dari Cara Pikir Umum

Semua anak sekolahan cara berpikirnya sama. Mereka ‘harus’ mengerjakan soal dengan cara yang sama, dan jawabannya pun harus sama. Sebab, jika tidak sama, mereka akan salah, nilai jelek dan bisa tidak lulus. Nah, sekolah- sekali lagi- telah mengajarkan kepada kita cara berpikir sesuatu yang umum terjadi.

Memangnya, dengan pola pikir umum seperti ini, kita bisa mengubah dunia?? PASTI TIDAK!!!

Itulah sebabnya mayoritas karyawan yang berani memiliki usaha sampingan pun pasti bertindak secara umum menjadi pedagang biasa. Jarang ada yang bisa mempunyai bisnis besar yang menjadikannya raja kecil di kerajaan bisnis yang dia bangun. Jarang sekali. Mengapa demikian? Sebab cara berpikirnya masih umum, logis dan sistematis. Cermatilah, usaha sampingan karyawan yang paling umum adalah: warung kelontong, warung makan, agen voucher dan sejenisnya.

Ini menjadikan kita tidak kompetitif!

Bayangkan, melihat ada tetangga yang buka cunter pulsa laris, kita pun ikut-ikutan buka counter pulsa. Melihat tetangga sukses buka warung makan laris,kitapun ikut berpikir untukbuka hal yang sama dengan pertimbangan “PASAR yang sudah terbentuk”. Benarkah selalu demikian? Mengapa tidak berpikir menjadi suplier telur, atau hal lain untuk mensuplai warung miliktetangga kita? Kan ini lebih asik, dan tidak perlu harus bersaing dengan tetangga kita yang telah mapan duluan? :)

Bisnis, harus berpikir berbeda. Berani berpikir diluar kebiasaan umum. Hasilkanlah produk yang menjadi pembeda.

Contoh paling umum, seandainya saja dulu Wrigth bersaudara tidak berpikir bahwa kita bisa terbang bagai burung, mungkin kita tidak akan menyaksikan bahwa jarak menjadi dekat dengan pesawat terbang. Seperti yang semua kita ketahui, Wrigth bersaudara adalah pemilik pabrik SEPEDA. Jika mereka hanya berpikir umum, hanya memikirkan sepedanya, ya kita tidak melihat ada pesawat terbang.

Friday, November 18, 2011

Top 6 Things Not to Do With Angry Customers

1. Don't make threats. Have you ever said this, "If you don't calm down, I'm not going to help you." Or, "If you continue to yell at me, I'm going to have no choice but to terminate this phone call." If you've ever made these, or similar, statements, I'd bet that your sole intent was to regain control of the conversation. But the problem is, your customer perceives this type of language as threatening and it does not make them back down and it does not create calm. Try a phrase like this instead: "I really want to help you, but your tone/language is making it really hard for me to do that." And then pause for 2-3 seconds to let your words resonate with the customer.

2. Don't argue. Trust me on this one - you can never win an argument with a customer. Certainly, you can prove your point and even have the last word, In a discussion on the futility of arguing with people, Dale Carnegie once said "you may be right, but as far as changing your customer's mind is concerned, you will probably be just as futile as if you were wrong." Your goal in complaint situations is to retain the customer, not to be right. If you win the argument, you may very well have lost the customer. Carnegie encourages us to carefully consider some hard questions before going to battle with customers: "Is my reaction one that will relieve the problem, or will it just relieve frustration? Will my reaction drive my customer further away? What price will I pay if I win (the argument)?" Carnegie advises, "The only way to get the best of an argument is to avoid it." By the way, customers will spread negative word-of-mouth advertising to 50 people if they get into argument with you!

3. Don't hang up on the customer. I realize I sound conservative on this one, but I stand firm. If you hang up on a customer who is already livid, do you think a "disconnect" helps the situation or hurts the situation? The customer still has the problem and most customers won't give up their fight because you chose to hit the flash button. Most will call back and guess what? They will be angrier than ever AND it will cost far more in time and money to resolve the issue. If you just can't handle the customer, offer to transfer to a supervisor or co-worker. <

4. Don't make the customer feel helpless. I cringe every time I hear an employee say, "This is all I can do." When customers feel helpless, some will resort to whatever they feel it takes to get their needs met. This behavior may include yelling, demanding to speak to a supervisor, or starting a blog about your company. This simple phrase changes the entire tone of a tough situation: "Mr. Bryant, what I can do is?"

5. Don't raise your voice. When I want my five-year-old daughter to use her "inside voice", I don't yell, "Lauren, USE YOUR INSIDE VOICE!" I speak in my "inside voice" with the expectation that she will mirror the calm tone of my voice - and she does without any further prompting from me. We must use the same technique with demanding customers. Escalating your voice when dealing with an upset customer will not create calm. It will only incite your customer. Lowering your voice presents you as confident, in control, and credible. In many cases your angry customer will begin to calm down because he realizes his intimidation tactic (yelling) isn't working. Try making one of these statements in a low volume when dealing with an angry customer. "What can I do to help?" or "What can I do to fix this situation?"

6. Don't tell a customer she is wrong. You will be smart to never tell a customer s/he is wrong or mistaken. Telling a person they are wrong arouses opposition and will make the customer want to battle with you. (Ever tell your spouse they are wrong?) It's difficult, under even the most benign conditions to change people's minds. So why make it harder by starting out on the wrong foot? If you know your customer is wrong, it's better to start off saying, "I thought the contract read otherwise, but let's take a look."

The next time you find yourself the target of verbal abuse from an angry customer, keep in mind these six "don'ts" and you'll be well on your way to getting the angry customer to back down and regaining control of the conversation.

Incline Treadmill Review

Most people buying a treadmill want one with an incline (also called treadmill elevation).

It used to be that incline on a treadmill was a bonus feature. However today, most motorized treadmills come with an incline option. The difference seems to be in the amount of elevation available.

If you're looking for an economy treadmill (under $1000) you'll probably find most treadmills only come with a 10-12% incline (however that can be enough for most people - especially for those new to treadmill exercise).

When you get into the mid-priced treadmills ($1500+) you'll start to see elevations of 12-15%. And in most premium treadmills you'll find inclines of 15%.

If you're in top shape and really want a challenge, then you'll probably want a 15% incline. However if you just want a treadmill for gentle walking, a 10% elevation might suit you perfectly.

Of course, the mother of incline treadmills is the incline trainer. This is a treadmill that also gives you much more elevation than normal treadmills - up to 30%.

You've probably heard about the Bowflex Treadclimber. The Bowflex Treadclimber is a hybrid stair climber and treadmill. TreadClimbers have two separate, smaller treadmill belts (one for each foot) that you walk on. These individual belts also move up and down, meeting every step you take.

Nordic Track also has an incline trainer available - called the Nordic Track X5. This machine has only one treadbelt (like a treadmill) and offers elevations of up to 30%

An incline trainer treadmill is way more than most people need. But if you want to burn as much as 500 calories in 20 minutes, you can do it with with one of these units.

While incline trainers are excellent for burning calories, the downside is you're going to pay for them. Prices start at around $1600 for basic models. Because of this, these trainers are used mostly in commercial settings like gyms or office fitness facilities.

So why the big deal about treadmill inclines?

Walking on an elevation can help super-blast your calorie burn. You can burn up to twice or even 3 times the calories by walking on an incline vs. walking on a level surface.

Plus if you're looking to build intervals into your workout, walking on an incline for 30 seconds to 2 minutes can be a great way to interval train and boost your post workout calorie burn.

So in general an elevation on a treadmill is a great tool to have. It can help you get in shape and burn calories much faster than simply walking on a level surface.

Regardless of which incline percentage you choose, just remember to wear high quality running shoes and enjoy your workout!

Wednesday, November 16, 2011

Successful Entrepreneurs

Studies have shown that successful entrepreneurs possess these characteristics:

1. Self-confidence

This is that magical power of having confidence in oneself and in one's powers and abilities.

2. Achievement Oriented

Results are gained by focused and sustained effort. They concentrate on achieving a specific goal, not just accomplishing a string of unrelated tasks.

3. Risk Taker

They realize that there is a chance of loss inherent in achieving their goals, yet they have the confidence necessary to take calculated risks to achieve their goals.

Entrepreneurs are people who will make decisions, take action, and think that they can control their own destinies. They are often motivated by a spirit of independence which leads them to believe that their success depends on raw effort and hard work, not luck.

So which of these three main characteristics is the most important? Believe it or not, it has to be self-confidence. Without self-confidence, nothing else is possible. If you don't believe in your abilities, then the first challenge that arises may knock you off the path to achieving your goals. Here are a few things to keep in mind for maintaining a higher level of self-confidence.

Positive Thinking

Well, it all starts with a positive attitude, doesn't it? Believing that something good will happen is the first step. Negative thinking simply is not allowed. You must truly believe that there are no circumstances strong enough to deter you from reaching your goals. Remember too, that positive thinking can be contagious. When positive thinking spreads, it can open doors to new ideas, customers, friends, etc.

Persistent Action

Now all of the positive thinking and believing in the world is useless if it is not applied towards a goal. You have to take action, no excuses are allowed. This action must also be persistent. Trying once and then giving up is not going to be enough. Keep at it one step at a time. If you can't get by a certain step, then find a creative way to try again or just go around it.

At the beginning of this article we identified a few traits that are common among successful entrepreneurs. You should be able to look ahead and see yourself where you want to be. Now just maintain a strong belief in yourself and your skills, stick with it, and don't give up. If you can do that, you're already half way there!